Cloud Computing
Cloud Computing Adalah
Cloud Computing
Cloud computing merupakan sebuah evolusi dari virtualization berupa
arsitektur yang berorientasi layanan menggunakan komputasi utility.
Cara kerja cloud computing bersifat transparan, mudah diakses sehingga
pengguna tidak perlu pengetahuan lanjutan dan hanya perlu tahu
bagaimana untuk mengaksesnya. Cloud computing adalah gabungan
pemanfaatan teknologi komputasi dan Internet di mana informasi secara
permanen tersimpan pada web hosting dan disimpan sementara di perangkat pengguna yang digunakan.
Cloud Computing adalah teknologi informasi layanan yang dapat digunakan
atau diakses melalui Internet untuk memberikan kebutuhan informasi
penggunanya. Misalnya, layanan Google Apps yang banyak menyediakan
berbagai aplikasi bisnis dan hiburan berupa data yang tersimpan di dedicated server
atau web hosting yang dapat diakses melalui web browser client seperti
desktop, tablet, notebook, komputer, smartphone dan lain-lain. Dengan
demikian cloud computing adalah mekanisme menggunakan kemampuan teknologi informasi yang disediakan sebagai layanan berbasis internet
Virtualisasi Dalam Cloud Computing
Istilah
virtualization atau virtualisasi sebenarnya memiliki banyak pengertian. Dalam
kamus bahasa Indonesia sendiri belum ditemukan definisi yang jelas tentang
virtualisasi. Jika merujuk pada kamus Oxford istilah virtualization merupakan
turunan dari kata virtualize yang memiliki makna:
“convert
(something) to a computer-generated simulation of reality”
Kalau terjemahan
bebasnya:
“mengubah
sesuatu (mengkonversi) ke bentuk simulasi dari bentuk nyata yang ada”
Dalam hardware
virtualization, perangkat lunak bekerja membentuk sebuah virtual machine yang
bertindak seolah-olah seperti sebuah komputer asli dengan sebuah sistem operasi
terinstall di dalamnya. Salah contoh yang mudah misalkan terdapat satu buah
komputer yang telah terinstall GNU/Linux Ubuntu. Kemudian dengan menggunakan
perangkat lunak virtualization semisal Virtualbox kita dapat menginstall dua
buah sistem operasi lain sebagai contoh Windows XP dan FreeBSD.
Sistem operasi yang
terinstall di komputer secara fisik dalam hal ini GNU/Linux Lubuntu
disebut sebagai host machine sedangkan sistem operasi yang diinstall diatasnya
dinamakan guest machine. Istilah host dan guest dikenalkan untuk memudahkan
dalam membedakan antara sistem operasi fisik yang terinstall di komputer dengan
sistem operasi yang diinstall diatasnya atau virtualnya.
Perangkat lunak yang
digunakan untuk menciptakan virtual machine pada host machine biasa disebut
sebagai hypervisor atau Virtual Machine Monitor (VMM). Menurut Robert P.
Goldberg pada tesisnya yang berjudul “Architectural Principles For Virtual
Computer Systems” pada hal 23 menyebutkan bahwa tipe-tipe dari VMM ada 2 yaitu
:
• Type 1 berjalan pada fisik komputer yang ada
secara langsung. Pada jenis ini hypervisor / VMM benar-benar mengontrol
perangkat keras dari komputer host-nya. Termasuk mengontrol sistem
operasi-sistem operasi guest-nya. Contoh implementasi yang ada dan sudah saya
coba secara langsung ialah VMWare ESXi. Adapun contoh yang lain yang ada
seperti Microsoft Hyper-V
• Type 2 berjalan pada sistem operasi diatasnya. Pada tipe ini tentunya guest sistem operasi nya berada di layer diatasnya lagi.
• Type 2 berjalan pada sistem operasi diatasnya. Pada tipe ini tentunya guest sistem operasi nya berada di layer diatasnya lagi.
Jenis Virtualisasi
Perangkat-Keras
Istilah virtualisasi perangkat-keras mengacu kepada upaya menciptakan mesin virtual yang bekerja layaknya sebuah komputer lengkap dengan sistem operasi. Istilah mesin tuan-rumah(host) mengacu kepada mesin tempat virtualisasi bersemayam sementara istilah mesin tamu(guest) mengacu kepada virtual mesin itu sendiri. Istilah hypervisor mengacu kepada perangkat-lunak atau firmware yang membuat mesin virtual.Jenis virtualisasi perangkat-keras meliputi:
- Para-virtualisasi: Perangkat keras tidak disimulasikan tetapi perangkat-lunak tamu berjalan dalam domainnya sendiri seolah-olah dalam sistem yang berbeda. Dalam hal ini perangkat-lunak tamu perlu disesuaikan untuk dapat berjalan.
- Virtualisasi sebagian: Tidak semua aspek lingkungan disimulasikan tidak semua perangkat-lunak dapat langsung berjalan, beberapa perlu disesuaikan untuk dapat berjalan dalam lingkungan virtual ini.
- Virtualisasi penuh: Hampir menyerupai mesin asli dan mampu menjalankan perangkat lunak tanpa perlu diubah.
Virtualisasi desktop
Dari Wikipedia bahasa Indonesia,
ensiklopedia bebas
Virtualisasi Desktop merupakan hasil
teknologi dengan konsep Virtual Desktop Infrastructure (VDI) yang sedang
berkembang. Dimana desktop adalah komputer kerja juga bisa disebut komputer
meja yang dipakai untuk kerja sehari–hari dalam satu lokasi bisa di rumah
maupun di kantor. Dan lebih diperuntukkan kepada perusahaan dengan karyawan
yang menggunakan komputer, sehingga desktop (komputer kerja) tidak lagi harus
wujud fisik komputer yang besar tetapi sudah dalam bentuk virtual yang akan
dapat diakses dengan model klien-server.
Keunggulan dan kekurangan
Dengan penerapan teknologi virtualisasi desktop di lingkungan perusahaan ataupun penyedia komputasi awan tentu ada pertimbangan–pertimbangan yang harus diperhatikan. Berikut adalah keuntungan–keuntungan penerapan virtualisasi desktop:- Membangun atau provisioning desktop baru secara sistem operasi lebih mudah
- Penyerdehanaan sistem operasi dan aplikasi
- Mengurangi downtime apabila:
- kegagalan hardware
- proses migrasi data
- Mobile akses dengan data terpusat
- Dari pengguna bisa menggunakan platform apapun karena yang dibutuhkan adalah fungsi remote saja.
- Potensi risiko keamanan jaringan tidak dikelola dengan baik
- Kesulitan aplikasi kompleks (seperti multimedia)
- Downtime jaringan akan berakibat fatal dan berdampak ke semua user atau pengguna
- Ketergantungan konektivitas jaringan publik
Komponen IT untuk VDI
Komponen–komponen yang diperlukan perusahaan untuk membuat virtualisasi desktop adalah memahami persyaratan Teknologi Informasi. Teknologi informasi untuk virtualisasi yang diperlukan adalah perangkat keras, perangkat lunak, dan jaringan biasanya menyediakan ukuran pedoman dan referensi arsitektur, bersama dengan total biaya kepemilikan dan kalkulator alat-alat lain untuk membantu memutuskan apa implikasi biaya akan untuk menyebarkan infrastruktur virtual desktop. Saat ini perkembangan teknologi dari perangkat keras sudah sangat mendukung untuk masuk ke dalam virtualisasi desktop. Kemampuan mengadopsi pengenalan hardware yang jumlah besar dan besar pipa jaringan untuk akses dan perubahan yang terjadi di infrastruktur. Berikut yang dibutuhkan dari implementasi virtualisasi desktop:- Server untuk kebutuhan VDI (Virtual Desktop Infrastructure)
Server – server dengan sistem CPU
atau Unit Pemroses Sentral dan Memory dengan
arsitektur Virtualisasi perangkat keras. Dengan
speksifikasi yang besar bisa mengalokasikan menjadi 30 sampai dengan 40 virtual
desktop dalam 1 server tentu dengan perhitungan kebutuhan perusahaan. Umumnya
dalam 1 virtual desktop dialokasikan 1 GB Virtual Memory yang khusus untuk
pengguna yang tidak menggunakan banyak aplikasi bersamaan. Pengalokasian
virtual memory tergantung kepada pengguna dan aplikasi yang berjalan di virtual
desktop, tentunya berbeda bagi pengguna kantor lingkungan marketing
dengan pengguna desain grafis yang lebih membutuhkan kinerja perangkat keras
lebih besar.
- Network untuk kebutuhan VDI [[Berkas: |350px|right]]
Dibutuhkan jaringan antara
server–server, storage, sistem infra, dan klien. Komunikasi jaringan untuk VDI
ini menggunakan jaringan LAN (Local Area Network) yang memanfaatkan 1 atau
10GB/s ethernet
dan 8GB/s untuk koneksi storage. Sedangkan dari sisi klien bisa dalam LAN
(Local Area Network), WAN (Wide Area Network), dan Publik (Internet). Biasanya
akses virtual desktop dari luar menggunakan internet minimal dibutuhkan 20-30
kbps dan ini juga tergantung dari pemakaian, seperti bila digunakan untuk
menjalankan multimedia dibutuhkan bandwidth
yang lebih besar.
- Storage untuk kebutuhan VDI
Fokus utama kepada arsitektur dalam
penyebaran dan penyimpanan virtual desktop dan data. Bagaimana menghitung
kapasitas dan perkembangan data sehari–hari per user/pengguna. Dan tentu
perhitungan kecepatan disk untuk menopang kebutuhan virtual desktop yang
banyak. Dibutuhkan jumlah kapasitas yang besar untuk membangun virtual desktop
yang banyak termasuk dengan aplikasi yang berjalan di virtual desktop tersebut.
- Hypervisor dan Perangkat lunak Virtualisasi
Saat ini ada beberapa pemain besar
yang fokus dalam dunia bisnis virtualisasi desktop dan berperan dalam kemajuan
teknologi virtualisasi desktop. Mereka memiliki teknologi yang hampir sama
hanya membedakan adalah kemampuan–kemampuan tambahan yang membuat pengolahan
perangkat keras lebih hemat dan mengurangi kompleksitas perangkat keras itu
sendiri. Cara pandang dan hasil yang baik adalah mengurangi kompleksitas dari
sisi desktop dan user juga tentunya dari kebutuhan perangkat keras itu sendiri.
Sebagai contoh adalah Citrix Systems
yang memiliki produk XenDesktop dan XenApp, yang saat ini menjadi market
leader dalam virtualisasi desktop. Citrix
Systems
menyempurnakan komputasi awan sampai lever virtualisasi desktop dan aplikasi.
Dan yang lain adalah VMware
dengan produk View dan Workstation.
Database yang Terintergrasi dengan Cloud Computing
Dalam cloud computing terdapat beberapa database ygang dapat digunakan. Salah satu contohnya yaitu database yang berbasis web, antara lain : Socrata, Cebase, Dabble DB. Berikut ini penjelasan dari masing-masing database berbasis web tersebut.
1. Socrata
Awalnya website ini bernama www.blist.com, tapi karena mengalami perubahan servis dan layanan diubah menjadi Socrata yang beralamat diwww.socrata.com. Socrata adalah aplikasi database online yang relatif mudah digunakan dan dirancang untuk keperluan nonteknis pebisnis, seperti spreadsheet dan pemrograman database.
2. Cebase
Cebase (www.cebase.com) memungkinkan anda untuk membuat aplikasi database baru secara online dengan hanya beberapa klik dari mouse komputer anda. Anda juga dapat mendesain tampilan program database seperti membuat form, membuat kolom data entri, dan sebagainya.
Data anda akan ditampilkan dalam tata letak seperti spreadsheet. Anda dapat menyortir, menambah, menghapus, serta menyaring dari kelompok data anda yang diinginkan.
3. Dabble DB
Cara pemakaian Dabble DB (www.dabbledb.com) mirip dengan Cebase. Anda tinggal klik-klik saja pada settingan database yang ingin dibuat. DB menawarkan tiga cara untuk berbagi data. Page Option memungkinkan anda untuk mengumpulkan data dari pengguna lain, tanpa memberikan akses ke database. User Option memungkinkan pengguna lain untuk mengakses data mentah di database. Schema Option dapat mengaktifkan JavaScript API untuk membiarkan orang lain berinteraksi dengan data anda pada situs-situs lain.
Selanjutnya, anda dapat mengurutkan dan menyaring data seperti membuat berbagai jenis laporan dan menggunakan data anda untuk menghasilkan grafik, kalender dan peta.
Itulah ketiga contoh database pada cloud computing yang berbasis web. Selain dari databse yg berbasis web, database cloud computing yang saat ini sedang ramai dibicarakan adalah SQL Azure.
Microsoft ® SQL
Azure ™ Database adalah Relasional Data Base Management System (RDBMS)
yang dibangun pada teknologi SQL Server ®. Ini adalah layanan database
yang sangat available, available, scalable, multi-tenant yang
dikembangkan oleh Microsoft untuk cloud database. Database SQL Azure
membantu memudahkan pengadaan dan penyebaran database multipel.
Pengembang tidak perlu menginstal, setup, patch atau mengelola perangkat
lunak apapun, karena semua yang diurus oleh Microsoft dengan platform
ini sebagai layanan (platform as a service/PAAS). Ketersediaan yang
Tinggi dan toleransi kesalahan adalah built-in dan tidak ada
administrasi fisik yang diperlukan.
Pelanggan dapat menggunakan pengetahuan yang ada di T-SQL pengembangan dan model relasional yang familiar untuk simetri dengan data yang ada di tempat database. Selain itu, pelanggan bisa mendapatkan produktifitas dengan cepat pada SQL Azure dengan menggunakan pengembangan yang sama dan alat manajemen yang mereka gunakan untuk layanan database yang on-premises.
Windows Azure menawarkan beberapa layanan untuk membantu mengelola data Anda di cloud. SQL Database, sebelumnya dikenal sebagai database Azure SQL, memungkinkan organisasi untuk menciptakan secara cepat, meningkatkan dan memperluas aplikasi ke dalam cloud dengan alat yang familiar dan kekuatan dari teknologi Microsoft SQL Server ™. Tabelnya menawarkan kemampuan NoSQL dengan biaya rendah untuk aplikasi dengan kebutuhan akses data sederhana. Blob (Binary Large Object) menyediakan penyimpanan yang murah untuk data seperti video, audio, dan gambar. Semua didukung dengan 99,9% SLA bulanan. Windows Azure juga menawarkan kemampuan untuk menjalankan SQL Server dalam mesin virtual pada Windows Azure.
Pelanggan dapat menggunakan pengetahuan yang ada di T-SQL pengembangan dan model relasional yang familiar untuk simetri dengan data yang ada di tempat database. Selain itu, pelanggan bisa mendapatkan produktifitas dengan cepat pada SQL Azure dengan menggunakan pengembangan yang sama dan alat manajemen yang mereka gunakan untuk layanan database yang on-premises.
Windows Azure menawarkan beberapa layanan untuk membantu mengelola data Anda di cloud. SQL Database, sebelumnya dikenal sebagai database Azure SQL, memungkinkan organisasi untuk menciptakan secara cepat, meningkatkan dan memperluas aplikasi ke dalam cloud dengan alat yang familiar dan kekuatan dari teknologi Microsoft SQL Server ™. Tabelnya menawarkan kemampuan NoSQL dengan biaya rendah untuk aplikasi dengan kebutuhan akses data sederhana. Blob (Binary Large Object) menyediakan penyimpanan yang murah untuk data seperti video, audio, dan gambar. Semua didukung dengan 99,9% SLA bulanan. Windows Azure juga menawarkan kemampuan untuk menjalankan SQL Server dalam mesin virtual pada Windows Azure.
Komputasi Terdistribusi dalam Cloud Computing
Komputasi Terdistribusi merupakan salah satu tujuan dari Cloud Computing, karena menawarkan pengaksesan sumber daya secara paralel, para pengguna juga bisa memanfaatkannya secara bersamaan (tidak harus menunggu dalam antrian untuk mendapatkan pelayanan), terdiri dari banyak sistem sehingga jika salah satu sistem crash, sistem lain tidak akan terpengaruh dan juga dapat menghemat biaya operasional karena tidak membutuhkan sumber daya (resourches).
Map Reduce dan No Sql
Map Reduce danNoSQL (Not Only SQL) adalah sebuah pemogramaan framework guna untuk membantu user mengembangankan sebuah data yang ukuran besar dapat terdistribusi satu sama lain. Map-Reduce adalah salah satu konsep teknis yang sangat penting di dalam teknologi cloud terutama karena dapat diterapkannya dalam lingkungan distributed computing. Dengan demikian akan menjamin skalabilitas aplikasi kita.Salah satu contoh penerapan nyata map-reduce ini dalam suatu produk adalah yang dilakukan Google. Dengan inspirasi dari functional programming map dan reduce Google bisa menghasilkan filesystem distributed yang sangat scalable, Google Big Table. Dan juga terinspirasi dari Google, pada ranah open source terlihat percepatan pengembangan framework lainnya yang juga bersifat terdistribusi dan menggunakan konsep yang sama, project open source tersebut bernama Apache Hadoop.
NoSQL adalah istilah untuk menyatakan berbagai hal yang didalamnya termasuk database sederhana yang berisikan key dan value seperti Memcache, ataupun yang lebih canggih yaitu non-database relational seperti MongoDB, Cassandra, CouchDB, dan yang lainnya. Wikipedia menyatakan NoSQL adalah sistem menejemen database yang berbeda dari sistem menejemen database relasional yang klasik dalam beberapa hal. NoSQL mungkin tidak membutuhkan skema table dan umumnya menghindari operasi join dan berkembang secara horisontal. Akademisi menyebut database seperti ini sebagai structured storage, istilah yang didalamnya mencakup sistem menejemen database relasional.
Komputasi Grid
Komputasi grid adalah sumber daya yang dibutuhkan banyaknya komputer yang terdistribusi dan terpisah secara geografis, jadi komputasi grid ini untuk memecahkan masalah bersekala besar, yang dimaksud besar adalah suatu medan yang sangat jauh atau terpisahnya secara geografis yang terhubung atau terdistribusi dihubungkan dengan adanya komputasi cloud.Sumber : http://www.lingkarmerah.com/2013/08/cloud-computing-adalah.html
Sumber : http://kitatkj2.blogspot.com/2014/05/pengertian-virtualisasi.html
Sumber : http://diodeangga.blogspot.com/
Sumber : http://putrifebiani.blogspot.com/2014/05/map-reduce-dan-nosql.html


Komentar
Posting Komentar